
Menjelang akhir Hayat Rasulallah s.a.w. yaitu pada tahun
10 Hijriah, Nabi Muhammad s.a.w. bersama seluruh Ummat Islam yang datang dari
segenap penjuru, telah menunaikan Haji/'Umrah yang terakhir bagi Nabi s.a.w.yang
disebutkan juga dengan Haji Wada' (Haji Perpisahan) karena setelah delapan
puluh dua hari sesudah itu Rasulallah s.a.w. wafat meninggalkan dunia yang fana
ini, kembali ke Ramatullah.
Nabi s.a.w. bersama Ummat Islam yang sangat ramai ketika
itu (ratusan ribu) telah menyampaikan banyak pesanan kepada seluruh Ummat Islam
untuk dilaksanakan. Khutbah
Nabi s.a.w.di Padang Arafah (suatu kawasan padang yang luas, terletak di kaki
Jabal Rahmah (bukit Rahmah), kira-kira 22 km sebelah tenggara kota Makkah).
Wukuf di 'Arafah disebut juga dengan Hari 'Arafah (hari Perkenalan/Pertemuan).
Dalam Khotbah Nabi s.a.w. yang ditujukan kepada seluruh
Ummat Islam ketika itu dan juga supaya disampaikan kepada seluruh Ummat Islam
sekarang ini dan kepada seluruh Ummat Islam hingga qiamat (ketika alam dunia
ini telah dihancur leburkan). Bumi dengan segala isinya telah hancur lebur.
Gempayang dahsyat telah membuat segala apa yang ada dibumi ini menjadi puing
ataupun runtuhan. Manusia ketika itu tidak tentu arah, masing-masing coba
menyelamatkan diri mereka, tetapi kemana-manapun serupa keadaannya.
Masa itu adalah masa akhirnya bagi segala kehidupan dan
kesenangan dunia, diganti dengan Kehidupan Akhirat, kehidupan yang abadi. Hari
kiamat merupakan Hari Kebangkitan kembali, hanya Hukum Allah s.w.t. sahaja yang
berlaku. Manusia terpaksa tunduk dan mempertanggung jawabkan akan segala apa
yang telah mereka lakukan selama mereka hidup didunia. Oleh karena itu sebelum
tibanya kiamat, masih ada kesempatan bagi seluruh Ummat Islam, memperhatikan
dengan serius Khotbah Nabi s.a.w. ini untuk dilaksanakan, supaya kita
terselamat didunia dan akan bahagia diakhirat Insya-Allah.
Dalam Khotbah Nabi yang mulia ini, Rasulallah s.a.w,
berwasiat kepada seluruh Ummatnya ,antara lain Nabi bersabda: "Segala puji
bagi Allah yang menguasai seluruh alam. Kami memujiNya. Kami mohon
PertolonganNya, kami mohon keampunanNya akan segala dosa-dosa kami dan
melahirkan taubat kami di hadapanNya. Kami mohon perlidungan daripada keburukan
hati kami dan segala kejahatan yang telah kami lakukan. Sesiapa yang telah
dipimpin Allah kejalan yang lurus, maka tiada seorangpun boleh menyesatkannya,
dan barangsiapa yang tidak diberi petunjuk oleh Allah maka tiada siapa yang
dapat memandunya kejalan yang benar".
Nabi s.a.w.menyampaikan wasiatnya ini kepada seluruh
Ummat Islam dimanapun mereka berada ketika itu hingga berakhirnya alam yang
fana ini.
Nabi bersabda lagi yang maksudnya: "Aku isytiharkan
kebenaran ini bahwa tidak ada Tuhan lain, melainkan Allah dan aku isytiharkan
kebenaran ini, bahwa Muhammad itu hambaNya dan RasulNya. Wahai hamba-hamba
Allah, aku nasihatkan kamu supaya menyembah Allah. Aku mulakan kata-kata yang
suci ini.
Selepas itu aku nyatakan kepadamu, wahai manusia!
Dengarkanlah perkataanku dengan sebaik-baiknya ketika aku berucap, karena aku
merasa aku tidak lagi berpeluang menemui kamu disini selepas tahun ini. Tahukah
kamu semua hari apakah ini? Inilah hari Nahar, hari korban yang suci. Tahukah
kamu semua bulan apakah ini? Inilah bulan suci. Tahukah kamu semua tempat
apakah ini? Inilah tempat yang suci. Oleh karena itu aku sampaikan kepada kamu
semua bahwa, darah dan harta kamu adalah diharamkan bagi seseorang terhadap
yang lainnya".
Nabi s.a.w. melanjutkan khotbahnya: "Semuanya mesti
kamu sucikan sebagaimana sucinya hari ini, sucinya bulan ini, sucinya tempat
ini."
Lalu Nabi s.a.w.melanjutkan ucapan beliau:
"Hendaklah berita ini kamu sampaikan kepada orang-orang yang tidak hadhir
ditempat ini." (oleh karena itu menjadi kewajiban pula bagi seluruh Ummat
Islam yang ada sekarang ini dan selepas ini, supaya menyampaikan wasiat yang
sangat penting ini kepada seluruh manusia, dengan segala daya yang ada pada
kita). Sambil itu Nabi s.a.w. bertanya kepada Ummat yang hadir, "Adakah
aku telah menyampaikan kepadamu semua? Ummat yang hadir menjawab dengan
sepontan: "Memang benar, engkau telah menyampaikannya". Lalu Nabi
s.a.w. memohon kesaksian dari Allah s.w.t: "Ya Allah! Saksikanlah."
Nabi s.a.w.melanjutkan: "Wahai manusia! Sesungguhnya Tuhan kamu adalah
satu, dan sesungguhnya kamu berasal dari yang satu. Semua kamu berasal dari
Adam dan Adam berasal dari tanah. Wahai manusia dengarkanlah baik-baik apa yang
telah kusampaikan kepadamu, semoga kamu akan bahagia untuk selama-lamanya dalam
hidupmu. Wahai manusia, kamu hendaklah mengerti, bahwa orang-orang yang beriman
itu adalah bersaudara, maka adakanlah perbaikan diantara sesama saudara."
Nabi
s.a.w.melanjutkan khotbahnya dengan sabdanya: "Bukankah aku telah
meninggalkan kepadamu panduan yang benar, dan bila kamu berpegang teguh
dengannya, kamu tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu al-Quran dan
Sunnahku".
Rasulallah
s.a.w. melanjutkan Khotbahnya: "Waspadalah atas segala apa yang telah
kusampaikan,Ya Allah Engkaulah yang akan menjadi saksi atas kami!"
Nabi
s.a.w.meneruskan sabdanya: "Barangsiapa memegang amanah, hendaklah
dikembalikannya kepada pemiliknya! Jumlah faedah (riba) yang diambil dizaman
jahiliyah hendaklah dibayar pada hari ini! Oleh karena itu, pertama sekali aku
membayar tuntutuan bunga (riba) yang telah dibuat oleh bapak saudaraku
(pamanku), Abbas bin Abdul Muttalib. Semua gelaran dan jabatan-jabatan di masa
jahiliyah dihapuskan, kecuali Sadana (jabatan yang menguruskan ka'bah dan
saqaya (jabatan yang membekalkan air kepada jemaah haji.)!"
"Pembunuhan
yang dilakukan dengan sengaja, mestilah dibalas bunuh. Pembunuhan yang terjadi
disebabkan tidak sengaja (bukan niat untuk membunuh) seperti menggunakan kayu
atau batu, dendanya adalah seratus ekor unta. Barangsiapa yang menambahnya,
maka itu dianggap sebagai amalan di zaman jahiliyah".
"Wahai
manusia! Selepas tertegaknya sistem yang hak (benar), maka Syaitan akan hilang
harapannya untuk disembah diatas muka bumi ini. Tetapi Syaitan akan bergembira
sekiranya ia dipatuhi dalam dosa-dosa yang lain yang dianggap remeh !"
Rasulallah
s.a.w.kemudian bertanya kepada jamaah yang hadir: "Adakah aku telah
menyampaikan wasiatku ini kepadu kamu semua?"
Jamaah
menjawab: "Ya, Rasulallah engkau telah menyampaikan pesanmu".
Nabi
melanjutkan wasiatnya dengan memohon penyaksian dari Allah s.w.t. : "Ya
Allah! Engkaulah yang menjadi saksi diantara kami !"
Rasulallah s.a.w. meneruskan khotbah beliau: "Wahai
manusia! Wanita-wanita kamu, mempunyai beberapa hak keatas diri kamu, dan kamu
juga mempunyai beberapa hak terhadap mereka. Adalah menjadi kewajiban terhadap
mereka supaya tidak mengizinkan sesiapapun masuk ke dalam kamar tidur mereka
kecuali kamu dan jangan membenarkan orang yang tidak kamu sukai, masuk kedalam
rumah kamu. Mereka jangan melakukan zina. Jika mereka melakukannya, maka Allah membenarkan
kamu memisahkan diri dari mereka. Keluarkan mereka dari kamar tidur kamu, dan
kamu boleh memukul tubuh mereka dengan syarat
tidak meninggalkan bekas keatasnya".
"Jika mereka berhenti dan mematuhi kamu,
maka kamu bertanggung jawab untuk menyara
hidup mereka. Semestinya wanita berada di bawah perintah kamu dan tidak boleh
bertindak sesuka hati mereka. Kamu telah mengambil mereka menjadi pasangan kamu
sebagai amanah dari Allah s.w.t. serta menggunakan tubuh mereka dengan izin
Allah. Oleh karena itu takutlah kepada Allah dalam hal wanita, dan asuhlah
mereka dengan cara yang betul!"
"Wahai
manusia! Ingatlah, aku telah menyampaikan wasiatku ini kepadamu.Ya Allah,
Engkaulah yang menjadi saksi diatas kami".
Nabi
s.a.w.melanjutkan khotbah beliau:"Wahai manusia, kamu hendaklah mengerti,
bahwa orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara, maka masing-masing kamu
dilarang keras mengambil harta saudaranya kecuali dengan seizin hatinya yang
ikhlas.Bukankah aku telah menyampaikannya ? Ya Allah! Saksikanlah!.
Selanjutnya
Nabi s.a.w.bersabda:"Janganlah kamu setelah aku meninggal nanti kembali
kepada kafir,dimana sebahagian kamu memainkan senjata untuk menebas batang
leher kawannya yang lain.Bukankah aku telah meninggalkan untukmu panduan yang
benar,bila kamu berpegang teguh dengannya, maka kamu tidak akan sesat,yakni
kitab Allah (al-Quran). Wahai manusia !Sesungguhnya Tuhan kamu adalah satu,dan
sesungguhnya kamu berasal dari satu bapak.Semua kamu dari Adam dan Adam dari
tanah. Sesungguhnya orang yang paling mulia dari antara kamu semua adalah orang
yang Taqwa.Tidak sedikitpun ada kelebihan bangsa Arab daripada yang bukan
Arab,kecuali dengan taqwa.Wahai manusia bukankah aku telah menyampaikannya? Oh
Tuhan saksikanlah !
"Maka
hendaklah barang siapa yang hadir ditempat ini berkewajiban untuk
menyampaikannya wasiatku ini kepada mereka yang tidak hadir." Ketika itu
turunlah wahyu yang terakhir kepada Nabi kita s.a.w.yang bermaksud : "Pada
hari ini Aku sempurnakan bagimu agamamu.Aku cukupkan nikmatKu untukmu dan Aku
rela Islam itu menjadi agamamu." (Q.S.al-Maidah;3)
Jika
kita Ummat Islam mematuhi Wasiat Rasulallah s.a.w ini Insya-Allah akan
bahagialah hidup kita didunia dan di akhirat, amin. Oleh karena itu marilah
kita usahakan memperbanyak salinan dari Wasiat Nabi s.a.w. dan sampaikanlah
dengan seluas mungkin kepada seluruh Ummat Islam. Ini lebih baik kita lakukan
daripada membuat surat layang berisi fitnah,adu domba antara satu dengan
lainnya,yang boleh membawa bencana kepada seluruh Kesatuan dan Perpaduan Ummat
manusia. Akhirnya kita berdo'a kehazirat Ilahi, semoga menyatupadukan seluruh
Ummat Islam dimanapun mereka berada dan dengan berkat Perpaduan dan kerjasama
ini Ummat Islam akan kembali mencapai Zaman gemilangnya.Insya-Allah, amin.
Ya
Allah ampunilah segala kesilapan kami, terimalah amalan kami yang tidak
seberapa, tolonglah kami untuk menjadi suatu Ummat yang menjadi contoh teladan
yang baik dan berguna kepada Ummat lainnya, Amin ya Rabbal 'Alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar